Pada Minggu jelang Paskah, umat Katolik merayakan Minggu Palma. Minggu Palma merupakan pembuka pekan suci atau jelang Yesus didera, wafat dan bangkit.
Di perayaan ini, umat Katolik mengenang Yesus yang memasuki kota Yerusalem. Bak raja, Yesus disambut dengan nyanyian, sorak-sorai dan lambaian daun palem.
Oleh karenanya, perayaan ini disebut Minggu Palma.
Sebagai keturunan Raja Daud, seharusnya Yesus mengendarai kendaraan yang layak atau kuda yang gagah.
Namun, ia justru mengendarai keledai, seekor kuda mini, tidak gagah dan lekat dengan pekerjaan kasar.
Ternyata ada nilai kesederhanaan yang ingin diajarkan Yesus. Selain itu, seperti dikutip Katolisitas, umat diajak untuk membuka gerbang hati. Yesus pun ingin masuk ke hati umat-Nya, tetapi tentu dalam kondisi gerbang hati yang terbuka.
“Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!” (Mazmur 24: 7)
Salah satu langkah nyata membuka gerbang hati adalah dengan kesediaan untuk mengakui dosa di hadapan Tuhan lewat penerimaan Sakramen Tobat.
Apa yang bisa diambil? Umat diajak untuk tetap merendahkan diri, jujur bahwa manusia bukan apa-apa, bahkan hanya debu tetapi Tuhan adalah segalanya.
Recent Comments